Pengalaman Selama Masuk Jurusan Matematika UNHAS
Jujur saja, awalnya saya tidak menyangka akan masuk di fakultas MIPA UNHAS, khususnya jurusan Matematika. Saya tergolong sebagai orang yang anti terhadap pelajaran Matematika. Tapi kenapa saya tetap di jurusan ini? Itulah pertanyaan saya selama ini…. Saya mengambil konsentrasi di program studi Ilmu Komputer yang merupakan program studi baru di tahun 2014. Bisa dikatakan bahwa angkatan kami adalah angkatan pertama dan angkatan tertua di prodi kami (hehehe). Program studi Ilmu Komputer menampung 60 mahasiswa.
Pada awalnya saya merasa sedikit kesulitan dalam beradaptasi dengan motode pembelajarannya, yaitu SCL ( Student Center Learning ). Metode ini, mengharuskan semua mahasiswa untuk aktif dalam pembelajaran, yang bertolak belakang dengan metode pembelajaran kami saat masih di SMA yang menggunakan metode TCL (Teacher Student Learing). Namun, seiring berjalannya waktu saya akhirnya dapat menyesuaikan diri dengan metode pembelajarannya (*mungkin..).
Hal lain yang menjadi tantangan menjadi mahasiswa yaitu tugas yang selalu membentuk siklus (tidak habis-habis). Jurusan Matematika UNHAS memiliki dua kelas laboratorium untuk diikuti. Laboratorium yang saya maksud adalah lab. Fisika dan lab. Komputasi. Karangan tentang pengalaman saya ini merupakan salah satu contoh dari tugas lab. Komputasi. Saya sering menemui kendala dalam belajar di lab komputasi, khususnya dalam mengerjakan tugas praktikum.
Saat menulis ini, meteri yang tengah kami pelajari untuk lab. Komputasi yaitu, “Internet dan BLOG”. Dan yang menjadi tugas praktikum adalah membuat blog, yang salah satunya berisi tentang pengalaman pribadi saya yang sedang anda baca saat ini. Dan untuk laporan lab. Fisika yang sedang saya kerjakan berjudul “Tegangan Permukaan”. Laporan Fisika ini harus di tulis manual dengan tangan dan tidak boleh di-print.
Matakuliah yang paling saya senangi saat ini adalah Biologi, karena suasana pembelajarannya yang santai dan menyenangkan. Dan yang kurang saya senangi adalah Matematika, karena suasananya yang menegangkan.
Walaupun berat dan cukup membuat saya ingin menjedotkan kepala ke tembok, tapi semua tugas itu bisa terselesaikan juga berkat bantuan dari teman-teman yang senasib dan sepenanggungan. Dan satu hal yang selalu saya yakini, siklus itu nantinya akan menemui titik akhirnya. Dalam tulisan saya ini, saya ingin menyisipkan ucapan terima kasih untuk kak Andi Dian Anggreani selaku asisten pembimbing yang menjadi mentor saya di setiap tugas praktikum lab komputasi.
0 komentar:
Posting Komentar